negeri kita

terlukis jelas khasanah keindahan negri

berjajar dari mimpi mimpi kelam

yang slama ini kita pendam rasanya

pedih rasanya berkata lagi

ku coba tuk membuka lembaran itu

lembaran kenangan pahit

yang menjadi aib para pemuka negri

yang tak mampu menemani kaumnya sampai mati

tak sanggup tangan ini menyetuh benda terkutuk itu

tak sanggup mata ini melirik nya

bibir pun tak kuasa berucap banyak

hanya air mata yang bisa mengalir deras

laksana sungai yang melaju cepat

tanpa pernah mata ini tak berair

ketika masa itu tepikir lagi

masa dimana ibu tak tau lgi anaknya

ku beranjak dari tempat duduk ku

untuk mulai merangkai kata pahit ini

menjadi nama yang di hargai lagi

tanpa kecewa menanti

aceh……

nama yang termasyur kelam

hinnga benua biru menaruh mata padanya

tak ada yang lebih indah katanya

selain ” Adat bak Poe Teumeureuhom, Hukom

bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang,

Reusam bak Lakseumana.”

indahnya seramoe mekkahnya ini

tidak untuk dewasa ini

semua yang indah tak pernah muncul lagi

terlelap di dasar lautan barat

sungguh beban nerat yang kita emban slama ini

untuk melepas belenggu negeri

dari kepakan sayap yang menyayat hati

by…teuku muharrizal fadhli

Pos ini dipublikasikan di puisi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s