sepi

satu kata yang sekarang menemaniku

dalam sayup sayup suara rembulan

yang mulai membelai penikmat malam

tapi beda dengan diriku

diriku ini bagai kerikil kecil

yang selalu menjadi bahan pelambiasan jiwa

yang tak mengertia arti kehidupan

yang selama ini di lewati

by..teuku muharrizal fadhli

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s